Berjiwa Besar! Pihak Paypal Minta Maaf Buntut Telat Daftar PSE ke Kominfo

Belakangan pihak Kominfo babak belur dihajar netizen yang gerah akan ulah pemblokiran sepihak imbas aturan PSE. Beberapa penulis disinipun terbelah dalam pro dan kontra kebijakan tersebut. Pasalnya, pemblokiran ini berakibat fatal pada sebagian besar masyarakat yang sudah bergantung pada transaksi keungan seperti Paypal. Sosok terkenal seperti Niluh Djelantik, dr. Tirta, dan Eko Kuntadi menyayangkan pemblokiran tersebut. Sedangkan Denny Siregar, Prof. Henri Subekti dan Sandiaga justru mendukung kebijakan pemerintah.

Kalau dalam artikel yang lalu saya sempat ikut mengkritik Kominfo karena tak melakukan komunikasi dua arah, kali ini saya menyorot pihak Paypal yang justru berbesar hati meminta maaf. Semoga saja netizen dan masyarakat yang sebelumnya sempat merasa panas atas kebijakan pemerintah jadi teredam emosinya. Boleh saja mengkritik menteri, tapi jangan lupa ada wibawah bangsa saat berhadapan dengan perusahaan asing. Memang masalahnya adalah pemerintah terutama Kominfo tidak memberi banyak alternatif pilihan pada masyarakat. Tapi, seiring berjalannya waktu, bisa juga akhirnya produk lokal kita ikut terupgrade dengan kebijakan ini.

Seperti dilansir republika.com, PayPal meminta maaf atas kendala transaksi yang sempat dialami pengguna di Indonesia pada akhir pekan lalu. Layanan PayPal di Indonesia sempat diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Sabtu (30/7/2022) karena belum mendaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik (PSE) sampai tenggat waktu yang diberikan.

PayPal menyampaikan, pengguna kini dapat mengirim, menerima, dan mengakses uang mereka seperti biasa. Paypal memastikan telah terdaftar sebagai PSE di Indonesia.

PayPal juga berkomitmen penuh untuk mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku di mana pun mereka beroperasi. “Saat ini kami telah terdaftar sebagai PSE di Indonesia, setelah berkorespondensi langsung dengan Kemenkominfo,” kata PayPal melalui keterangan resmi, Rabu (3/8/2022).

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, telah melakukan komunikasi dengan platform pembayaran Paypal untuk melakukan pendaftaran PSE lingkup privat agar bisa beroperasi secara legal di Indonesia.

“Saya belum mendapatkan update terakhir, tapi kami sudah melakukan komunikasi dengan Paypal, dan mereka berkomitmen untuk melakukan pendaftaran,” kata Johnny.

Kemenkominfo mengumumkan telah menormalisasi layanan dari PSE privat asing, yakni Yahoo, Steam, Dota, dan CS GO setelah pemilik layanan mendaftarkan PSE ke sistem yang dimiliki pemerintah pada Selasa (2/8/2022). Menkominfo berharap, melalui pendaftaran PSE tersebut, pemerintah mampu menghadirkan kebijakan yang lebih baik untuk perkembangan industri sektor digital.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate berbicara saat menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Rabu (3/8/2022).

Akhirnya para PSE yang diblokir mau mengikuti aturan pemerintah Indonesia. Tentu saja sikap mereka layak diapresiasi karena masyarakat mayoritas sudah memberi dukungan bahkan ikut meneror Kominfo. Dengan sikap jiwa besar PSE ini, diharapkan tensi antara Kominfo dan masyarakat bisa diredam dan suasana kembali kondusif. Kita yakin niat baik pemerintah untuk melindungi data masyarakat akan membuahkan kebaikan di suatu hari nanti. Mungkin kini tak terlihat hasilnya, tapi Indonesia akan tercatat sebagai negara pertama yang bisa mendata perusahaan penyedia platform digital.

Kehadiran Menkominfo di Podcast Dedy Corbuzier juga menyiratkan kesungguhan pemerintah dalam menanggapi isu sensitif di masyarakat. Bahwa dalam tugasnya memang kementrian ini belum sempurna. Tapi, ada itikad baik dari pimpinan untuk mengedukasi masyarakat yang terimbas oleh kebijakan tegas belakangan ini. Kita harap isu liar ini tak mengganggu aktifivitas perekonomian dan lainnya. Kita harus sadar bahwa Kominfo butuh dukungan kita sebagai masyarakat waras untuk memback up bangsa ini dari dominasi pihak asing.

Semoga saja masyarakat kita bisa lebih dewasa dalam menyampaikan opini sehingga tak berbuntut pada sikap kekerasan hingga teror di dunia maya. Kita sangat menyayangkan adanya pelemparan botol hingga serangan hacker ke situs Kominfo. Padahal Jokowi sendiri dari awal sudah mengatakan bahwa saat ini tak ada visi misi menteri, tapi presiden. Sayang sekali kalau menteri yang bekerja keras mewujudkan kedaulatan negeri justru mendapat sedangan brutal dari masyarakatnya sendiri. Jangan sampai emosi sesaat lalu membuang kesempatan emas, inilah yang harus dicatat.

Salam Spartan!

Waras Bernegara!

Referensi:

https://m.republika.co.id/berita/rg1mbx428/paypal-minta-maaf-pengguna-sempat-alami-kendala-transaksi