Cara Johnny Plate Amankan Negeri dari Ancaman Resesi

Arahan Jokowi benr-benar ditunaikan Johnny Plate mengenai penyerapan anggaran. Salah satu wujud perjuangan Indonesia dan banyak negara lain terhadap potensi krisis akibat pandemi Covid- 19, ditambah dampak perang Rusia-Ukraina, memang masih terlihat berjilid-jilid. Jokowi, dalam arahannya pada kabinet beberapa hari lalu menyerukan untuk dapat mengantisipasi sedemikian rupa dampak krisis yang terjadi.

Johnny Plate menanggapi hal itu dengan menyerukan pentingnya kolaborasi dalam mempercepat realisasi anggaran. Anggaran tersebut akan memberikan sumbangan besar pada kondisi resilien masyarakat paska pandemi. Resiliensi yang terjadi akan menjadi sebuah motor penggerak bagi akselerasi transformasi digital di Indonesia.

Gambaran-gambaran mendung dan buram akan situasi pasca pandemi Covid- 19 digaungkan. Istilah perfect storm muncul sebagai pengingat. Perfect storm bisa jadi muncul dan menggulung kondisi,  tetapi bisa jadi juga tidak. Perfect storm bisa ditanggapi secara negatif atau sebaliknya, hal ini akan menjadi peluang bukan masalah. Warning — perfect storm harus dimaknai sebagai sebuah peluang menciptakan resiliensi masyarakat yang akhirnya bermuara pada kondisi akselerasi — dalam tranformasi digital khususnya.

Follow up atas arahan Jokowi ditanggapi Plate dengan seruan kolaborasi. Ini menjadi sangat penting. Pilihannya memang masuk akal, jajaran kominfo akan mengupayakan kolaborasi sehingga sikon yang ada tidak menjadi collapse! Filosofi sapu lidi, dengan bersama menjadi lebih mudah dan cepat dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Mitigasi menjadi sebuah upaya yang memang harus dilakukan.

Menguji setiap sektor yang ada. Mana prioritas yang harus dikerjakan terlebih dahulu, sehingga efisien dan efektif. Analisis SWOT- Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats terhadap setiap sektor merupakan sebuah langkah mitigasi yang tepat. Mitigasi yang tepat sasar dilakukan agar dapat membantu ‘ngudari benang ruwet’ situasi ‘perfect storm’, syukur-syukur, seperti ‘rajawali’ semakin gede badai, makin kuat.

Serapan anggaran pada sektor-sektor, area, yang tepat menjadi sebuah modal penting agar tercipta resiliensi pada masyarakat yang akhirnya bisa mencapai akselerasi ( transformasi digital).Masyarakat yang terdampak selayaknya diberi stimulus yang memadai, bukan saja secara finansial, tetapi juga keterampilan-keterampilan khusus terkait transformasi digita itu sendiril. Pembekalan terhadap perubahan gaya hidup digital memang harus serta-merta dilakukan agar tidak terlibas dan sekarat yang berujung masuk pada perfect storm.

Perubahan-perubahan yang terjadi saat ini memang bukan untuk dihindari. Dihadapi dengan keberanian dan keyakinan bahwa semua baik menjadi penting. Ketangguhan (kondisi resilien) masyarakat terbentuk dari kondisi-kondisi yang ‘tidak mengenakkan’ tetapi tetap harus diberi dukungan. Stimulus menjadi sebuah pilihan logis untuk merangsang daya gerak masyarakat — tetapi stimulus tidak bisa diharapkan

terus-menerus. Masyarakat harus mengembangkan itu menjadi sebuah modal untuk mampu keluar dari ancaman resesi. UMKM yang sudah dikembangkan akan terus berkembang maju, bila masyarakat dibantu, diarahkan, dan tetap diberdayakan. Ekonomi digital menjadi salah satu tiang penyangga. Negara sudah dan terus dir untuk membersamai masyarakat meraih kemandiriannya paska pandemi.

Kolaborasi harus terus diupayakan. Mitigasi menjadi dasar untuk menganalisis kekuatan dan  kelemahan tiap sektor, dan hal itu menjadi lebih terukur dan antisipatif. Pemetaan yang tepat terhadap tiap sektor akan memberikan efektifitas dan efisiensi, dan ini tentu saja akan melahirkan resiliensi masyarakat yang berujung pada akselerasi nantinya. Niscaya, resesi dapat diatasi.