Isu Reshuffle Kabinet, Pantaskah Johnny Plate Diganti

Presiden Jokowi mengatakan ada kemungkinan terjadi Reshuffle kabinet, siapa saja yang akan diganti ?

Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat tahun baru 2023 kepada semua teman yang membaca tulisan ini, semoga di tahun yang baru ini kita semua bisa tetap sehat, bahagia dan sejahtera bersama keluarga kita semua dan tentunya kita berharao Indonesia akan semakin baik.

Menjelang akhir tahun 2022 kemarin kembali terdengar kabar tenrang Reshuffle kabinet yang akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada awal tahun 2023 ini.

Beberapa pengamat mengatakan bahwa karena Nasdem sudah mencalonkan Anies Baswedan sebagai capres maka sudah selayaknya semua mentri dari Nasdem mengundurkan diri atau digsnti karena dianggap sudah tidak sejalan dengan koalisi yang dibangun.

Menurut saya hal itu kok kurang tepat ya, karena koalisi antar parpol kan dibangun atas dasar kepentingan bersama dan ada batas waktunya.

Nasdem ikut dalam koaiisi mendukung Presiden Jokowi kan selama pencalonan sampai berakhirnya masa jabatan Presiden Jokowi.

Kalau setelah masa kepresidenan Pak Jokowi berakhir dan Nasdem memutuskan untuk tidak melanjutkan koalisi dengan PDIP, ya itu haknya Nasdem.

Saya pribadi bukan pendukung Nasdem dan tidak akan pernah mendukungnya, mungkin dilain waktu kita bisa mengulik jejak langkah Surya Paloh sebagai tokoh sentral di Partai Nasdem.

Sebagaimana kita ketahui di kabinet saat ini ada 3 Mentri dari Nasdem yaitu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup , Siti Nurbaya serta Menkominfo Johnny G Plate.

Ada isu yang beredar bahwa Presiden akan mengganti Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup dengan Mantan Panglima TNI yang baru saja pensiun, Jendral TNI Andika Perkasa dan Menteri Pertanian dengan tokoh muda dari PDIP yaitu Budiman Sujatmiko.

Menkominfo dikabarkan masih akan tetap dipegang oleh Johnny G Plate.

Keputusan Reshuffle kabinet adalah hak Prerogatif Presiden dan tentunya Presiden juga mempertimbangkan hasil kerja para mentri tersebut.

Dimasa kehidupan digital seperti saat ini, Kominfo memang merupakan kementrian yang sangat seksi.

Beberapa orang mengatakan bahwa Johnny Plate yang seorang sarjana ekonomi sangat tidak pantas memimpin kementrian ini, bahkan dianggap Johnny Plate tidak mengerti tentang Kominfo.

Ada yang beranggapan Johnny Plate tidak mampu menghadapi hacker sehingga banyak data publik yang dicuri.

Lhah, bukannya itu tugas dari BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara)?

Tugas Menkominfo terutama adalah soal penyediaan infrastruktur termasuk peraturan perundangannya.

Johnny Plate telah berhasil merealisasikan pengadaan satelit internet Satria 1, tanpa membebani APBN.

Satelit internet Satria menggunakan skema pembiayaan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan masa konsensi selama 15 tahun, yakni selama satelit beroperasi.

Untuk Satelit Internet Satria 2, Pemerintah Inggris juga sudah mengatakan minatnya untuk membiatai program tersebut dan saat ini sedang difinalisasi kerjasama Kominfo dengan pihak Inggris.

Pembangunan infrastruktur lain seperti BTS dan pemasangan kabel optik juga terus dilakukan.

Tidak hanya infrastruktur fisik tetapi sumber daya manusia juga terus dilakukan Kominfo, baik melalui program Siberkreasi, Digital Talent Scholarship maupun pembinaan terhadap usaha rintisan (Startup).

Kita semua juga tahu bahwa undang undang yang sangat penting yaitu rancangan undang undang perlindungan data pribadi (RUU PDP), telah selesai dibahas oleh pemerintah dan DPR RI dan telah resmi diundangkan.

Jadi, kalau kemudian Presiden Jokowi tidak mengganti Johnny Plate, menurut saya itu adalah hal wajar karena Johnny Plate telah berhasil menunjukkan performa yang baik dalam melaksanakan tugasnya sebagai Menkominfo.

Bagaimana menurut teman-teman?

Salam Spartan, Roedy.

#Warasbernegara.

#SayaSpartan.

Sumber :

https://m.antaranews.com/amp/berita/2334706/proyek-satelit-satria-1-sudah-33-persen

https://nasional.okezone.com/amp/2022/12/23/337/2732761/jokowi-beri-sinyal-kembali-reshuffle-kabinet-di-2023