Judi Online, Literasi Digital dan Pelajaran Berharga untuk Kita

Judi Online bukan semata tanggungjawab Kominfo ataupun pemerintah, tetapi juga kita.

Kebocoran Data, Tanggung Jawab BSSN

Judi online adalah segala jenis perjudian yang di lakukan di internet, dan masih menjadi persoalan pelik untuk diberantas.  Sekalipun demikian, Kominfo menegaskan pihaknya tidak akan mundur dan terus bekerja 24 jam atau nonstop untuk memblokir aktivitas judi di ranah digital (online).

“Saya titip pesan kepada semua yang menyiapkan situs-situs judi online, Kominfo tidak akan pernah mundur untuk mengejar dan membersihkan itu, kami akan blokir. Kominfo bekerja 24 jam sehari, tiga shift, 365 hari setahun, nonstop tidak ada liburan, kami kejar terus,” tutur Johnny di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.  Dikutip dari: jawapos.com

“Nah selebgram-selebgram yang masih mempromosikan (judi online) maka itu salah satu dari, tidak hanya selebgram ya, semua yang mempromosikan judi online di Indonesia adalah tindakan melanggar hukum karena itu dilakukan di dalam ruang digital,” jelas Menkominfo Johnny G. Plate saat ditemui di Jakarta, Kamis (25/8).  Dikutip dari: indonesiatech.id

https://www.suarasurabaya.net/

Bahkan pernah di satu kesempatan Johnny Plate mengatakan judi online diibaratkannya patah tumbuh hilang berganti.  Dibersihkan, lalu ada lagi dan ada lagi.  Demikian terus saling berkejaran.  Pertanyaan awam, kok bisa sih?

Disinilah yang perlu diketahui awam, sebab yang dilakukan sejauh ini oleh Kominfo adalah pemblokiran.  Artinya ini tidak serta merta menghentikan kegiatan illegal ini.  Persis seperti yang dikatakan sebelumnya, patah tumbuh hilang berganti.  Tetapi, kenapa demikian?  Maksudnya bagaimana sih?  Begini penjelasannya bahwa terdapat tiga tantangan dalam pemberantasan judi online di tanah air, yaitu:

  1. Situs judi online selalu diproduksi ulang. dengan memberi nama domain mirip atau menggunakan IP Address.
  2. Ditawarkan melalui layanan pesan pribadi, sehingga sulit terawasi Kominfo
  3. Isu yurisdiksi hukum, terkait masalah perbedaan penegakan hukum di tiap negara terkait judi

Oleh karenanya, semoga ini bisa dipahami oleh semua bahwa pemberantasan judi online bukan tugas Kominfo semata.  Melainkan juga melibatkan semua pihak.  Yakni dari pemerintah, masyarakat dan pelaku industri.

“Patroli siber yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo didukung oleh sistem pengawas situs internet negatif atau AIS, yang dioperasikan selama 24 jam tanpa henti oleh tim Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika”.  Dikutip dari: indonesiatech.id

Sebab, faktanya situs judi online tidak hanya dari tanah air, tetapi juga dari luar.  Ironisnya lagi, terdapat pesohor media sosial atau dikenal sebagai selebgram, bahkan artis ikutan mempromosikan akun atau situs judi online.  Ngawur banget sudahlah pasti!  Padahal online ataupun tidak judi adalah bentuk pelanggaran hukum.  Jadi tidak sepantasnya mengotori ruang digital dengan aktivitas yang merusak!

Inilah yang terjadi beberapa waktu lalu RM, selebgram dengan 700 ribu followers ditangkap karena promosikan judi online di Pemalang.  Pengakuannya, tugasnya hanya membagikan tautan atau link di akun Instagramnya.  Untuk ini, dirinya mengaku sudah menerima uang muka Rp 7 juta.

“Saya sudah terima uang muka endorse saya sebanyak Rp 7 juta.  Uang itu saya terima dari R, manajer saya. Tugas saya hanya share link saja,” ungkap RM. Dirinya mengaku kapok dan berjanji untuk tidak mengulanginya.  Dikutip dari: kompas.com

Selebgram RM bukan satu-satunya yang viral terlibat mempromosikan judi online.  Beberapa waktu lalu pun sempat ramai enam artis tanah air kedapatan kebablasan memposting konten endorsement situs judi online.

Padahal perjudian jelas melanggar hukum! Khusus untuk kegiatan perjudian online, termuat pada Pasal 27 ayat 2 jo. Pasal 45 ayat 2 UU ITE mengancam pihak yang secara sengaja mendistribusikan atau membuat dapat diaksesnya judi online, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak 1 miliar rupiah.  Kemudian, Pasal 303 bis KUHP turut mengancam para pemain judi dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda pidana paling banyak 10 juta rupiah.

Namun, memiliki banyak followers tentu menjadi sasaran empuk untuk digoyahkan terima endorse.  Sebab sebagai tokoh terkenal tentunya memiliki value berupa kepercayaan, pengakuan, rasa hormat dari banyak orang utamanya pengikutnya.  Inilah metode promosi yang semakin diminati para pegiat bisnis karena harga yang relatif terjangkau, tetapi hasil engagement rate yang didapat sangat tinggi.  Demikian juga dengan para artis ataupun pesohor media sosial, entah mereka sadari ataupun “terjebak” karena ketidaktahuan.

Ini pelajaran berharga untuk kita.  Bukannya tidak mungkin, sebagai masyarakat biasa terjebak yang tanpa disadari membagikan tautan ataupun posting yang rupanya terkait judi online.  Lalu karena kurangnya literasi mengira karena bukan pemain dan hanya posting ataupun share link lalu bebas hukum?  Salah besar jika berpendapat demikian!

Intinya, tidak mudah berinteraksi di ranah digital.  Kita tidak sendiri, tetapi ada yang lain, bahkan dampak hukumnya.  Apa yang terjadi di ranah digital, adalah juga sama seperti di ruang fisik.  Demikian juga dengan aturan hukum yang mengikat.  Oleh karenanya bermedialah dengan bertanggungjawab, apapun platformnya.

Mari kita bersama memberantas perjudian di ruang digital.  Sekaligus memastikan ruang digital kita sehat!  Mengutip indonesiatech.id untuk itu Kominfo membuka kanal aduan melalui tautan https://aduankonten.id/ agar masyarakat bisa ikut melaporkan penemuan konten negatif di platform digital dan pengaduan nomor melalui aduan penyalahgunaan jasa telekomunikasi ke akun Twitter @aduanPPI milik Kementerian Kominfo apabila menerima pesan terkait judi online yang dikirim melalui SMS.

Saya, Gendhis yang mencintai negeri ini.

____

*Gendhis, pegiat literasi media, pendukung tagar #WarasBernegara, #SayaSpartan

Sumber:

https://radarmojokerto.jawapos.com/nasional/25/08/2022/kominfo-klaim-kerja-24-jam-nonstop-blokir-judi-online/

https://www.indonesiatech.id/2022/08/26/menkominfo-johnny-plate-selebgram-promosikan-judi-online-melanggar-hukum/

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20220824100036-37-366152/seperti-jamur-ini-tiga-alasan-judi-online-sulit-diberantas

https://regional.kompas.com/read/2022/08/22/154334178/ditangkap-ikut-promosikan-situs-judi-online-selebgram-ini-mengaku-kapok