Kabar Duka, Marsda TNI (Purn) Robert S Marut Meninggal Dunia

Kabar duka menyeruak pagi ini dari keluarga alm. Marsekal Muda (purn) Rober S. Marut.

Marsda TNI (purn) Robert S.Marut
Marsda TNI (purn) Robert S.Marut
Marsda TNI (purn) Robert S.Marut
Marsda TNI (purn) Robert S.Marut
Marsda TNI (purn) Robert S.Marut
Marsda TNI (purn) Robert S.Marut

[Jakarta – spartannusantara.id]. Kader PSI dari Dapil NTT I, Robert S Marut dikabarkan meninggal dunia. Menurut informasi yang berhasil dihimpun redaksi, beliau meninggal karena sakit jantung di RS Sentul, Jakarta, Jumat, (17/6/2022), sore.

Sampai berita ini dibuat, laman facebooknya masih mendapat ucapan dan pernyataan duka cita yang terus mengalir berdatangan.

Pensiunan perwira tinggi TNI AU ini meninggalkan seorang istri dan seorang putra dalam usia 63 tahun. Menurut keterangan dari pihak keluarga, beliau akan dimakamkan di TMP Kalibata.  Dalam upacara pada Minggu, (19/6), itu rencananya akan dilangsungkan secara militer.

Diketahui, Robert Marut merupakan bakal calon gubernur NTT di Pilgub 2018. Namun, setelah tak mendapat kendaraan politik, perwira dengan pangkat terakhir Marsekal Muda ini pun berlabuh ke PSI pada Juli 2018.

Setelah resmi bergabung dengan PSI, penerima Bintang Yudha Dharma Nararya tahun 2016 dari eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo itu mendaftarkan diri sebagai calon legislatif di Pileg 2019.

Jabatan terakhir RSM adalah Pati Mabes TNI AU berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/295/IV/2017, tanggal 25 April 2017.

Sebelumnya, Marsda TNI Robert Soter Marut dipromosikan menjadi Staf Khusus Kasau. Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/830/X/2016, tanggal 10 Oktober 2016.

Robert S Marut, Mantan DANKOHARMATAU

Bersama tiga pejabat teras Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), RSM dilantik menjadi Kepala Dinas Aeronautika Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (Kadisaeroau), pada 8 Januari 2015. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, melantik dia di Markas Besar AU Cilangkap, Jakarta Timur. Ia melanjutkan estafet kepemimpinan yang sebelumnya dijabat Marsma TNI Hasan Londang.

Dalam lingkungan TNI AU, Dinas Aeronautika berperan melakukan pembinaan teknik dan pemeliharaan, serta menyiagakan pesawat tempur, senjata udara dan darat, amunisi, beserta sarana bantuan yang lain.

Marsekal dengan bintang emas satu di pundaknya ini juga berperan melakukan pembinaan profesi personel teknik. Dalam menjalankan tugas ini, saat itu Marsma Robert berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada KSAU.

“Saya memang memiliki minat yang kuat dalam dunia permesinan, terutama pesawat. Maka, ketika pimpinan memilih saya untuk mengurus mesin pesawat, saya berusaha belajar dan menjalankan tugas secara maksimal,” ujar almarhum suatu saat di tahun 2017.

Kerja keras, komitmen, serta kedisplinan, telah mengantar Marsda Robert menapaki tugas sebagai prajurit negeri ini. Semua itu ia jalani tak semudah membalikkan telapak tangan. Selalu ada tantangan dan rintangan dalam tapak-tapak perjalanan karirnya di dunia militer.

Jadi Kader PSI

Pensiun dari AU, beliau sempat menjajal kemungkinan terpilih sebagai gubernur NTT periode 2018 – 2023 berpasangan dengan Umbu Pati. Sayang, karena sebuah intrik politik yang dramatis di awal tahun 2018 membuat paslon ini terjungkal tak didukung partai yang seharusnya mendukung keduanya. Kala itu, PDIP dan PKB yang diharap-harapkan mengusung keduanya lebih memilih mendukung calon lain.

Lalu, pada pemilu 2019, beliau menjajal kerasnya pertarungan pemilu legislatif dengan menjadi caleg PSI Dapil NTT I. Sayangnya juga tidak berhasil tembus masuk Senayan. Meski begitu, sosok yang dikenal rendah hati ini tetap mengabdi pada Partai PSI hingga akhir hayatnya.

Kini dia telah tiada, pergi meninggalkan kenangan akan sosok yang rendah hati, cerdas dan bijaksana di mata orang-orang yang mengenalnya. Atas kepergian alamrhum, tidak hanya keluarga kandungnya saja yang kehilangan. Keluarga besar TNI khususnya Angkatan Udara dan partai PSI tentu turut kehilangan akan sosok penuh dedikasi ini.

Adi Lagur, aktifis Lingkungan Hidup yang pernah terlibat kerja sama selama setahun dengan almarhum berbagi inovasi untuk masyarakat pedalaman di NTT juga mengaku kehilangan.

“Semua masyarakat yang pernah dibantunya masih berharap beliau datang lagi di NTT. Sayangnya kesehatan beliau tak memungkinkan lagi dan kini telah pergi. Masyarakat ini pada kontak saya sampai sekarang, ucapkan bela sungkawa, kehilangan RSM. Kita yakin, doa banyak orang saat ini, akan mengantar beliau ke Surga, tempat yang layak untuk orang seperti beliau”, tulisnya di WA kepada redaksi.(*)