Kementrian Johnny Plate Serta Asosiasi Pelaku Industri Edukasi Fintech Terhadap 1,5 Juta Masyarakat

Kementrian Johnny Plate Serta Asosiasi Pelaku Industri Edukasi Fintech Terhadap 1,5 Juta Masyarakat

Selain gencar melakukan program literasi digital kepada masyarakat, Kominfo juga melakukan edukasi keuangan digital alias fintech. Tentu saja hal ini penting dilakukan mengingat kedepannya transaksi digital akan semakin tumbuh pesat. Indonesia sendiri bisa dibilang masih tertinggal jauh dibanding negara lain soal transaksi digital. Memang ada banyak aplikasi keuangan seperti DANA, Gopay, I Saku, Shopee Pay dan lainnya. Tetapi banyak pula toko offline yang tak mendukung transaksi digital. Mungkin hanya retail internasional seperti MCD, Burger King dan KFC yang sudah menerapkan sistem trasnsaksi digital secara menyeluruh.

Saya yang saat ini tinggal di Daegu, Korea benar-benar merasakan perubahan drastis dalam melakukan transaksi keuangan dibanding Indonesia. Tak hanya online, banyak toko offline yang menerapkan transaksi digital mandiri. Kemanapun kita pergi sudah ada layar sentuh untuk melakukan pembayaran digital. Inilah makanya pertumbuhan ekonomi negara ini juga bergerak cepat. Kalau hal ini bisa cepat diterapkan di Indonesia sampai ke toko tradisional, tak mustahil negara kita bisa merangkak jadi negara maju.

Soal edukasi fintech sendiri, sebelumnya pemerintah Indonesia, asosiasi, dan pelaku usaha keuangan digital (fintech) terus konsisten mendorong edukasi fintech yang diharapkan mendukung pemulihan ekonomi nasional. Untuk mencapai hal tersebut, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), berkolaborasi menghadirkan program edukasi tahunan Bulan Fintech Nasional (BFN) 2022 yang sukses mengedukasi lebih dari 1,5 juta masyarakat.

Diawali dengan gelaran 4th Indonesia Fintech Summit (IFS) – forum pertemuan para pimpinan lembaga keuangan, asosiasi, dan pelaku fintech lokal dan mancanegara, BFN 2022 yang berlangsung selama sebulan penuh mempertemukan para penggiat fintech dari berbagai negara di luar Indonesia melalui serangkaian webinar. 4th IFS dan BFN 2022 menjadi kelanjutan dari rangkaian program edukasi dan diskusi tahunan, di mana tahun ini fokus pada upaya pemulihan ekonomi nasional dengan mengusung tema ‘Moving Forward Together: The Role of Digital Finance & Fintech in Promoting Resilient Economic Growth and Financial Stability’.

Dalam sambutannya, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G. Plate mengungkapkan, “Penurunan aliran pendanaan start-up digital di wilayah Asia mencapai 60% year-on-year dan 33% quarter-to-quarter pada triwulan ke-III tahun 2022. Meski demikian, nilai transaksi sektor fintech Indonesia, dengan Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 39%, tertinggi kedua di antara negara-negara G20. Performa unggul ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menyikapi masa pandemi Covid-19 secara progresif sebagai momentum akselerasi digitalisasi sektor jasa keuangan di Indonesia.”

“Fintech is here to stay with a bright future, terlepas dari tech winter. Dengan CAGR sebesar 15% tahun 2022 hingga 2027 prognosisnya, nilai transaksi sektor fintech global diperkirakan mencapai USD28 triliun pada 2027. Kondisi optimistik ini turut dialami atau diproyeksikan oleh sektor fintech Indonesia. Nilai transaksi kotor/gross transaction valuesektor digital payment berada di kisaran USD266 miliar dan diproyeksikan akan mencapai sekitar USD431 miliar pada 2025 dengan CAGR 17%,” lanjut Johnny.

“Dalam merealisasikan potensi tersebut, pelaku sektor fintech perlu terus berinovasi seiring dengan perkembangan teknologi digital. Adopsi teknologi pun membutuhkan kolaborasi multipihak, dari sektor industri, pemerintah, serta pemangku kepentingan terkait demi memastikan terwujudkan ekonomi digital nasional yang aman, diadopsi oleh SDM yang cakap, dan memberikan dampak sosial ekonomi yang tepat sasaran, eksponensial, serta berkelanjutan, menuju Indonesia terkoneksi, makin digital makin maju,” kata Johnny.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo pada perhelatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada regulator, asosiasi terkait, dan industri terhadap implementasi berbagai inisiatif Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 yang begitu cepat mendigitalkan ekonomi Indonesia. Atas hal tersebut, dalam Presidensi G20 2022, dunia telah mengakui transformasi digital Indonesia.

Dalam Presidensi tersebut, terdapat kesepakatan cross border payment, sehingga diperkirakan enam tahun ke depan pembayaran antar negara akan semakin erat, cepat, murah, dan aman. Selain itu, telah disepakati desain konseptual untuk Central Bank Digital Currency (CDBC) untuk mendorong transaksi cross border serta inklusi keuangan yang mendukung UMKM, kaum muda dan perempuan. “Hal yang terpenting dalam digitalisasi adalah aktivitas, risiko, dan regulasi serta supervisi. Let’s digitalize Indonesia for better future,” pungkas Gubernur Perry.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Budi Gandasoebrata mengatakan, “Program Bulan Fintech Nasional berupaya mengarusutamakan berbagai isu di sektor fintech agar masyarakat semakin familiar dengan ragam fintech, manfaat, serta risikonya. Dari antusiasme masyarakat, kami melihat BFN menjadi katalisator dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Selain edukasi, program ini menawarkan 232 lowongan pekerjaan dari perusahaan fintech Indonesia. Kami percaya, peluang fintech kedepannya semakin tidak terbatas pemanfaatannya telah diaplikasikan di hampir setiap aktivitas konsumsi masyarakat. Kami berharap, BFN dapat hadir kembali dengan dampak yang semakin signifikan untuk masyarakat.”

Semoga saja kedepannya semua pihak sadar akam potensi besar dari pertumbuhan fintech di Indonesia. Jangan sampai ada lagi pom bensin pertamina yang tertulis bisa menerima pembayaran lewat telkomsel paylater, tapi ternyata pegawainya malah gaptek akan hal tersebut. Tentunya kita berharap edukasi pemerintah soal fintech menyasar semua pihak agar tak ada gap di sana. Apalagi masyarakat yang belum sempat menikmati pendidikan tinggi dan masih gagap teknologi.

Kita percaya kementrian Johnny Plate akan terus konsisten menggandeng berbagai pihak dalam melakukan edukasi fintech tersebut. Dengan jumlah penduduk yang masuk lima besar di dunia akan menjadikan Indonesia pasar empuk bagi pertumbuhan fintech.

Salam Spartan!

Waras Bernegara!

Referensi:

https://www.kominfo.go.id/content/detail/46285/bulan-fintech-nasional-15-juta-masyarakat-berpartisipasi-dan-dapatkan-edukasi-fintech-dari-pemerintah-asosiasi-dan-pelaku-industri/0/berita