Kita Hadir Untuk Kawal Kasus SPI

Hari ini, 20 Juli 2022, pengadilan kasus pencabulan di sekolah SPI mulai babak baru.

Karangan bunga

Tanggal berapa hari ini? 20 Juli 2022. Adakah hal spesial pada hari ini? Masih ingat kasus pencabulan di sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI)? Kalau masih ingat, berarti Anda tahu hal yang istimewa pada hari ini, Rabu, 20 Juli 2022.

Betul. Hari ini di Pengadilan Negeri Malang Jawa Timur, diadakan sidang lanjutan untuk kasus pencabulan di sekolah SPI dengan terdakwa JE. Sidang hari ini sudah yang kesekian kalinya. Dan hari ini, jaksa akan mengajukan tuntutan hukum atas kasus pencabulan ini.

Masih ingat artikel yang saya tulis beberapa hari yang lalu tentang ‘Derita Korban Pencabulan’? Jika tidak, baiklah saya ingatkan lagi.

Korban pencabulan pada kasus SPI ini mengalami derita yang mungkin tidak sempat kita pikirkan. Atau mungkin tidak kita bayangkan sebelumnya. Atau mungkin kita sudah tahu, tapi tidak bisa membayangkan. Mereka mengalami paling tidak 4 penderitaan.

  1. Kehilangan keperawanan
  2. Mengalami tekanan batin
  3. Mengalami penganiayaan secara fisik maupun non-fisik
  4. Mengalami eksploitasi

Kita tidak bisa membayangkan betapa berat penderitaan yang mereka alami selama ini. Dan saat ini, babak baru mulai muncul dalam kehidupan mereka. Ada secercah harapan bahwa keadilan akan berpihak kepada mereka.

Itu juga yang kita harapkan. Kita, SPARTAN NUSANTARA, begitu mengharapkan keadilan bagi para korban. Karena pada posisi ini, posisi korban begitu rentan. Mereka begitu membutuhkan dukungan. Dan di saat seperti itu, kita, SPARTAN NUSANTARA, mencoba hadir untuk membantu mereka.

Memang, kita tidak bisa membantu dengan demo hadir secara fisik di PN Malang, karena jumlah anggota kita yang masih terbatas. Tetapi keterbatasan itu tidak mengurangi semangat kita untuk memberikan dukungan.

Ada 2 hal yang saat ini kita lakukan.

  1. Memberikan karangan bunga sebagai bentuk dukungan.

Saat ini, SPARTAN NUSANTARA sudah mengirimkan karangan bunga ke PN Malang sebagai bentuk dukungan kita untuk para korban pencabulan di sekolah SPI. Ada 2 pesan yang kita sampaikan lewat karangan bunga tersebut.

  1. Bagi orang waras, hukum dibuat untuk mengebiri predator anak, bukan malah menyulapnya jadi pahlawan sakti, kebal hukum.
  2. Wujudkan Perlindungan Hukum bagi Generasi Penerus Bangsa

Karangan bunga itu kita letakkan di jalan di depan PN Malang. Itu sebagai salah satu bentuk dukungan kita untuk para korban, untuk mendapatkan keadilan yang menjadi hak mereka. Dan ada anggota SPARTAN NUSANTARA yang akan berada di lokasi, bila tidak berhalangan.

  1. Menulis di website

Hal yang kedua ini selalu kita lakukan. Kita menulis di website kita. Kita bersimpati dan berempati pada para korban.

 

Semua itu kita lakukan karena kita tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi. Kita tidak ingin ada oknum-oknum yang memiliki uang dan kuasa menindas anak-anak. Kita tidak ingin terjadi lagi kasus yang seperti ini. Mari kita dukung para korban ini, korban yang pasti mengalami penindasan.

Lalu apa yang kita harapkan dari kegiatan ini? Kita, SPARTAN NUSANTARA, hanya ingin adanya keadilan dalam setiap kasus pencabulan. Tidak hanya di kasus SPI ini saja, tapi juga di tempat-tempat lain. Dan saat ini, kami menyampaikan dukungan itu untuk para korban. Tidak ada pamrih kami sedikitpun. Tidak ada keinginan kami untuk mendapatkan balasan apapun. Melihat hukum sudah berjalan dengan adil sudah menjadi kepuasan kami.

Kalaupun ada pujian atau rasa terima kasih dari para korban, itu kami anggap sebagai bonus. Seperti pesan yang baru saja kami terima dari salah seorang korban yang mewakili teman-temannya.

“Tolong sampaikan ucapan terima kasih kami semua dari anak2 buat teman2 yg luar biasa dari SPARTAN NUSANTARA”

Mari kita kawal terus dengan hati bersih. Kita dampingi mereka dengan ketulusan hati dan kita dukung pengadilan dengan logika.

 

Salam sehat Indonesia

Nugraha, mewakili segenap anggota SPARTAN NUSANTARA.

 

#WarasBernegara

#SayaSPARTAN