Kolaborasi Seluruh Pemangku Kepentingan Kunci Suksesnya Pengembangan Talenta Indonesia

Jakarta,– Dalam mendukung pengelolaan talenta muda Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), tidak dapat bekerja sendiri, melainkan perlu dukungan dari berbagai pemangku kepentingan baik kementerian/lembaga, sektor swasta, kalangan industri serta masyarakat luas.

Dalam pelaksanaan kegiatan perlombaan, tentunya Kemendikbudristek melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari dinas pendidikan, sekolah dan perguruan tinggi, organisasi mitra. “Kolaborasi ini menandakan semangat bersama kita untuk mengembangkan bakat dan meningkatkan prestasi anak-anak Indonesia,” tegas Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, di Jakarta pada Selasa (20/12).

Untuk itu, selain memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pelajar berbakat di Indonesia atas semangat mereka untuk terus berkarya dan berprestasi, Mendikbudristek juga menyampaikan terima kasih kepada mitra Puspresnas dan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI). “Saya berterima kasih kepada semua pihak yang terus mendukung upaya manajemen talenta yang saat ini menjadi salah satu prioritas gerakan Merdeka Belajar,” imbuhnya.

Selama setahun terakhir, beragam upaya kerja sama telah digagas dengan menggandeng para pemangku kepentingan di dunia pendidikan. Untuk itu, dalam acara Puncak Apresiasi Talenta Berprestasi dan Mitra 2022, Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Puspresnas turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin dengan baik.

“Kami berterima kasih kepada Bapak/Ibu mitra, kementerian/lembaga (K/L), dan industri, media massa yang selama ini sudah membantu kami bersama-sama memberi perhatian dalam pengembangan talenta muda Indonesia,” ucapnya di hadapan para mitra yang hadir.

Direktur Pengelolaan Media, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP), Kementerian Komunikasi dan informatika (Kemenkominfo) sekaligus Pemimpin Redaksi Info Publik, Nursodik Gunarjo mengaku bangga atas kerja sama yang terjalin secara berkelanjutan antara Kemenkominfo dan Kemendikbudristek. “Saya yakin para mitra dengan porsinya masing-masing akan tergerak untuk berkolaborasi,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu mitra Puspresnas dan BPTI, Presiden Direktur Acer Indonesia, Herbert, mengatakan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam pembangunan talenta. Semua pihak seyogyanya bergotong royong baik dari ekosistem pendidikan, sektor swasta maupun industri. “Kolaborasi bisa menyatukan banyak bakat, ilmu dan sumber daya dalam mengelola talenta yang ada,” tegasnya.

Dalam beberapa tahun, kata Herbert, talenta muda Indonesia mengalami perkembangan pesat dan jika dikelola dengan baik, akan menjadi aset yang luar biasa dalam mendukung kemajuan bangsa. Berbagai lompatan inovasi di dunia pendidikan serta perubahan zaman menurutnya perlu disikapi dengan cermat oleh pemangku kepentingan guna menangkap situasi ini sebagai peluang.

“Industri bisa menjadi fasilitator yang nantinya sumber daya ini akan sangat berguna untuk pembangunan ke depan bagi bangsa maupun dunia industri itu sendiri. Kami melihat bahwa dukungan bagi pengembangan talenta di Indonesia sebagai hal yang positif bagi pembangunan bangsa secara luas,” jelasnya. Terkait pengembangan talenta Indonesia, Acer Indonesia berkolaborasi dengan Puspresnas saat penyelenggaraan International Olympiad in Informatics (IoI).

Pada kesempatan ini perwakilan dari media massa, Pemimpin Redaksi Medcom.id, Indra Maulana, sangat mendukung dalam pengembangan talenta. Oleh karena itu, pihaknya turut memberikan beasiswa. “Sekarang ini kata kuncinya kolaborasi dengan berbagai pihak sejak dini menjadi sangat penting karena ini merupakan tanggung jawab kita menumbuhkan generasi kompeten yang akan membangun bangsa ini dan bisa bertahan di masa mendatang,” ucapnya.

“Para mitra merupakan fasilitator bagi anak-anak muda membangun dunia di masa depan. Oleh karena itu, anak-anak muda harus memiliki tekad yang kuat dalam membangun negerinya. Talenta muda harus membekali dirinya dengan kecakapan digital sebagai salah satu kompetensi yang dikuasai,” tutur Indra.

Senada dengan itu, Pelatih Sepak Bola Indonesia, Indra Sjafri, juga menyinggung pentingnya kolaborasi antarbidang. Ia menyampaikan bahwa sepak bola di Indonesia akan sukses jika kolaborasi antar K/L terjalin harmonis baik dalam proses pembinaan atlet hingga penetapan kurikulum yang terstandar bagi atlet-atlet di Indonesia.

Sumber : Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

#MerdekaBelajar
#DemiKemajuan

Editor: Simeon Sion