Kreatifitas Kominfo Yang Membesarkan Hati.

Kominfo akan melakukan pendataan terhadap para talenta digital yang mengalami PHK, sehingga akan memudahkan institusi lain yang membutuhkan.

Belum lama kita mendengar terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) di beberapa perusahaan rintisan (Start-up) digital.

Tidak hanya di Indonesia tetapi ini terjadi juga di luar negeri.

Di AS, ada sekitar 20 usaha rintisan teknologi yang melakukan PHK, begitu juga Agoda, yaitu perusahaan rintisan asal Singapore.

Di Indonesia kita mendengar Gojek-Tokopedia (GoTo) telah melakukan PHK terhadap 1.300 (12%) karyawannya, kemudian diikuti dengan RuangGuru yang juga melakukan PHK terhadap banyak karyawannya.

Menyikapi hal ini, Kominfo melalui
Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan talenta digital ini akan didata agar bisa diserap oleh industri lain yang sedang melakukan transformasi digital.

Pria yang akrab dipanggil Semmy ini mengatakan bahwa pembajakan talenta digital dari satu perusahaan ke perusahaan lain bahkan dari pemerintah adalah hal yang sudah sering terjadi.

Semmy menambahkan pendataan ini diharapkan bisa menjadi seperti platform jejaring profesional LinkedIn di mana perusahaan bisa memilih talenta baru yang tersedia dan bisa diserap. Apalagi talenta digital di Indonesia saat ini masih kurang dari yang dibutuhkan.

Dengan penetrasi digitalisasi dihampir semua bidang, memang pada kenyataannya Indinesia masih kekurangan takenta digital, sehingga bagi para takenta digital yang mengalami PHK tidaklah perlu terlalu cemas.

Apa yang akan dibuat oleh Kominfo ini tentunya akan membantu para talenta digital yang di PHK, juga perusahaan atau instansi pemerintah yang memerlukan talenta digital.

PHK yang terjadi pada beberapa perusahaan teknologi tersebut menurut saya memang bukan disebabkan oleh karena penurunan bisnis tetapi lebih sebagai rasionalisasi perusahaan karena seperti misalnya yang terjadi pada RuangGuru, mereka merekrut banyak orang ketika bisnisnya melonjak pada masa pandemi sehingga ketika sudah banyak yang melakukan offline, maka terjadilah rasionalisasi bisnis.

GoTo, kita semua tahu salah satunya adalah karena merger.

Kejadian PHK yang dilakukan oleh beberapa perusahaan teknologi di Indonesia memang sempat membuat masyarakat was was, terutama di tengah banyak negara di dunia yang mengalami hiperinflasi.

Sebagian masyarakat berpikir apakah Indonesia juga sudah terdampak kondisi yang ada didunia, apalagi sebagian golongan yang nyinyir melakukan amplifikasi dengan berita hoax.

Faktanya Indonesia adalah salah satu negara dengan kinerja ekonomi terbaik didunia, dengan pertumbuhan ekonomi yang meyakinkan.

Kebijakan yang dilakukan dan dilaksanakan oleh Pemerintah Presiden Joko Widodo terbukti telah menjadi benteng yang kokoh dalam menghadapi situasi ekonomi dunia yang penuh ketidak-pastian ini.

Respon nyata yang dilakukan oleh pemerintah seperti yang dilakukan oleh Kominfo terhadap gelombang PHK yang terjadi, tentunya akan membuat masyarakat termasuk yang mengalami PHK menjadi besar hati, karena pemerintah terbukti tidak hanya diam, menonton yang terjadi.

Menurut saya, sebenarnya Kemenkop bisa memanfaatkan momen ini untuk menginisiasi terbentuknya koperasi pekerja digital, dimana mereka bisa mulai melakukan usahanya sendiri melalui koperasi tersebut.

Hal ini juga akan menjadi satu terobosan baru dan bisa menjadi pembuka untuk terbentuknya koperasi pekerja pada bidang lainnya.

Inovasi ini, andai bisa dilakukan oleh Kemenkop, akan membuat perekonomian Indonesia semakin kokoh serta penyebaran penghasilan yang lebih luas karena keuntungannya tidak hanya dinikmati oleh segelintir pemilik perusahaan tetapi dinikmati oleh seluruh anggota koperasi.

Kita tentunya berharap, teman-teman yang mengalami PHK bisa segera terserap oleh institusi lain yang membutuhkan, baik swasta maupun pemerintah, ataupun mereka bisa berinovasi untuk memberdayakan diri sendiri.

Bagaimana menurut teman-teman?

Salam Spartan, Roedy.

#Warasbernegara.
#SayaSpartan.

Sumber :

https://inet.detik.com/law-and-policy/d-6438748/pemerintah-akan-data-talenta-digital-korban-phk-apa-tujuannya