Berita  

Memacu Infrastruktur Digital, Solusi dan Tantangan Hadapi Resesi Global

Menkominfo Dukung Infrastruktur Digital Demi KOnektivitas Digital di Tanah Air

Setelah teruji menghadapi pandemi, Indonesia siap-siap menghadapi tantangan global yang kini menjadi pembicaraan hangat saat ini. Apa itu? Resesi berskala global alias perekonomian akan berdampak mengalami penurunan secara signifikan. Loloskah negara kita atau hanya berkontraksi sedikit saja? Negara kita harus siap mengantisipasi termasuk meningkatkan pembangunan di segala bidang termasuk infrastruktur digital yang di negara kita terus digencarkan oleh Menkominfo yakni Pak Johnny Plate.

Berhembus kabar baik bagi negara kita karena saat ini, ketika dunia mengalami stagflasi dan kontraksi ekonomi, perekonomian Indonesia justru bisa bertumbuh 5,44%. Menkominfo menilai hal itu menjadi capaian hasil bauran kebijakan melalui adaptasi dan penyesuaian dalam menghadapi situasi baru tersebut. 

Pak Jokowi juga sudah mengingatkan akan terjadi ketidakpastian yang besar di tingkat global yang juga sedang mengarah ke Indonesia. Optimisme muncul karena baik Indonesia telah membuktikan resiliensi dan daya tahan yang kuat di tengah badai pandemi Covid-19. Ini menjadi semangat dan memicu harapan bagi pemerintah dan masyarakat, industri ekonomi, keuangan, dan perdagangan untuk siap mengantisipasi dengan optimisme tinggi menghadapi situasi ke depan.

Tak bisa dipungkiri, pembangunan infrastruktur digital sangat berdampak dalam kemajuan pembangunan di negara kita. Apalagi ini menjadi agenda dan misi utama Kabinet Indonesia Maju (KIM) yang dipimpin oleh Presiden Jokowi agar konektivitas digital itu terus meluas menjangkau seluruh wilayah tanah air. Sebagai pengawal transformasi digital, Menteri Johnny terus memastikan 

Menurut Menteri Johnny terus mengawal dan memastikan mulai infrastruktur digital hulu seperti fiber optik, backbone, middle mile, satelit, microwave link, base transceiver station (BTS) fisik dan digital terus menjangkau masyarakat. Tujuannya adalah pemerataan pembangunan dan pembangunan yang berkeadilan. 

Presiden Joko Widodo sendiri telah menginstruksikan seluruh jajaran kementerian dan lembaga untuk menuntaskan visi dan misi KIM. Menkominfo sendiri merespon instruksi Presiden itu untuk terus meningkatkan kolaborasi di tengah pemulihan pasca pandemi Covid-19. 

Menkominfo juga ikut menunjukkan kunci menghadapi tantangan resesi global itu dengan optimisme dan semangat tinggi yang menggelora. Menteri Johnny menyatakan bahwa tahun depan ada potensi gamparan yang bisa saja memburuk. INi adalah realita tapi beliau menandaskan bahwa kolaborasi, kerja sama dan kegotongroyongan sebagaimana visi dan misi Presiden akan membuat kita sama-sama yakin Indonesia pasti mampu menghadapi dan dapat bertumbuh di situasi ketidakpastian. .

Menurut Menteri Johnny, awal pemerintahan KIM sudah dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19 dengan banyak tantangan yang tidak mudah. Di tingkat global, hiperinflasi melanda beberapa negara maju dan berkembang khususnya di tahun 2022. Adalah resiliensi Indonesia dibawah leadership Presiden melalui kebijakan-kebijakannya dapat dibuktikan dengan parameter-parameter makro ekonomi, inflasi masih terkendali dibawah 6%, yaitu 5,9%. 

Pemimpin yang optimis akan menenangkan rakyat yang mulai kuatir dan sedikit banyak gelisah dengan kabar resesi yang mulai merebak di mana-mana ini. Pemimpin sejati akan menyiapkan diri bersama rakyatknya untuk menghadapi segala kontraksi dengan bekerja dan menggencot pembangunan termasuk di dalamnya infrastruktur digital ini. Mantap Pak Jokowi dan Menter Johnny.