Menkominfo Siapkan Internet Satelit untuk Museum Pulau Rinca

Kominfo Dukung Internet Satelit untuk Museum Pulau Rinca

Berwisata di kawasan eksotis di Labuan Bajo tak pelak membutuhkan dukungan infrastruktur digital dengan jaringan yang kencang. Apalagi Kawasan Labuan Bajo ini menjadi magnet pariwisata yang terus didandani dan jadi destinasi wisata favorit tak hanya kalangan wisatawan mancanegara tapi juga wisatawan domestik. Kominfo pun merespon kebutuhan ini dengan menggelar infrastruktur telekomunikasi merata hingga ke wilayah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T).

 

Ini adalah program yang pastinya harus terus digenjot. Kita akan bangga kalau melalui Kementerian Kominfo menjadikan Indonesia akan menjadi negara yang agresif untuk menyediakan infrastruktur telekomunikasi yang menjangkau semua wilayah di tanah air khususnya 3 T tersebut.

Tepat sebulan lalu yaitu di bulan Juli Presiden Jokowi meresmikan Penataan Kawasan Pulau Rinca sebagai spot pariwisata strategis di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).  Presiden Jokowi menaruh perhatian besar untuk area wisata di kawasan ini sehingga turut mendorong pengembangan infrastruktur pariwisata di Pulau Rinca.

Kementerian Komunikasi dan Informatika ikut menyiapkan fasilitas layanan internet yang terhubung dengan satelit di Museum Kawasan Pulau Rinca, Mangarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Menkominfo Johnny G. Plate menyatakan hal itu sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo bulan Juli 2022.

“Kepala Negara meminta layanan infrastruktur telekomunikasi harus ditingkatkan. (Presiden) minta memasang akses internet untuk Museum Rinca yang langsung dihubungkan ke satelit,” ujarnya dalam Forum Diskusi Mari Cerita tentang BAKTI (MARTABAK) Edisi Pemimpin Redaksi di Hotel Ayana Labuan Bajo, Manggarai Barat, Minggu (14/08/2022).

Kabar baiknya Menteri Johnny menyatakan BAKTI Kementerian Kominfo akan menyediakan akses internet sebesar 30 Mbps.  Tadinya diperkirakan hanya 10 Mbps tapi ternyata bisa difasilitasi hingga 30 Mbps.

Ini tentunya langkah cepat dan strategis karena dukungan untuk pariwisata dengan teknologi digital itu adalah harga mati. Inilah kedaulatan digital yang dibutuhkan saat ini yaitu merspon kebutuhan penyediaan jaringan melalui infrastruktur telekomunikasi.

Penyediaan infrastruktur digital di lima lokasi Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) merupakan bagian dari akselerasi transformasi digital. Menurut Menkominfo hal itu dilaksanakan melalui kolaborasi dengan semua pihak.

DI sini Komingo turut berperan sebagai pionir dan harusnya demikian. Menilik banyak kebutuhan penyediaan infrastruktur telekomunikasi maka Kominfo harus terus bergerak tanpa menunggu instruksi Presiden.

“Karena telekomunikasi harus menjadi enabler, karena tidak saja masalah di infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, tapi juga di enabling-nya. Ini yang harus kerja kolaboratif oleh semua semua pihak,” jelasnya.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Latif menjelaskan penyediaan akses satelit swasta membutuhkan biaya mahal. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo menyiapkan peluncuran Satelit Republik Indonesia (SATRIA).

Tidak hanya akses internet dan satelit, Kementerian Kominfo juga telah menyediakan Base Transceiver Station (BTS) di Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca. Berkahnya adalah dinikmati oleh warga atau penduduk di Kawasan ini. Jadi t ower di Desa Pasir Panjang telah memenuhi kebutuhan 450 keluarga dengan 1.600 penduduk dan manfaatnya pasti dirasakan oleh penduduk di area ini.

Sumber:

https://www.kominfo.go.id/content/detail/43665/siaran-pers-no-325hmkominfo082022-tentang-tindak-lanjuti-arahan-presiden-menkominfo-siapkan-internet-satelit-untuk-museum-pulau-rinca/0/siaran_pers