Menkominfo Tegur Deddy Corbuzier Bagaikan Seorang Ayah Menegur Anaknya

Memang, seorang Menkominfo adalah ayah dari semua pengguna media sosial. Menkominfo tidak akan memarahi langsung, apalagi menurunkan unggahan konten.

Menkominfo
MenKominfo Johnny Plate

Kita semua pasti tahu apa yang terjadi dengan Deddy Corbuzier akhir-akhir ini. Ya, betul. Dia mendapatkan banyak kecaman tentang konten Youtube-nya yang menghadirkan pasangan gay. Tentu Anda semua sudah tahu tentang hal itu, tentang penurunan jumlah followersnya yang sampai ratusan ribu, bahkan jutaan di dua media sosialnya. Karena itu, saya tidak akan membicarakan seorang Deddy Corbuzier. Saya justru tertarik dengan sikap Menkominfo, Johnny Plate, ketika menanggapi kasus Deddy Corbuzier ini.

Pak Johnny, saya tulis demikian saja demi mudahnya saya menulis dan memudahkan Anda membaca, tidak langsung menanggapi dengan keras. Beliau tidak serta merta mengecam. Tidak memarahi. Justru menasihati. Sikap beliau ini mengingatkan saya akan figure seorang ayah.

Seorang ayah, ketika dilapori tentang anaknya yang nakal, dia tidak akan langsung ngegas. Tidak akan langsung mengecam. Apalagi memarahi. Dia akan menarik nafas dulu, lalu akan bicara baik-baik pada anaknya yang nakal tersebut.

Tetapi, untuk mencegah agar kejadian itu tidak terjadi lagi, dan dilakukan oleh anak-anaknya yang lain, dia akan bicara kepada semua anaknya. Secara umum, dia akan ‘memarahi’ mereka. Dia akan menasihati mereka.

Menkominfo, Ayah bagi Semua Content Creator

Sikap ini yang ditunjukkan oleh Pak Johnny pada kasus Deddy ini. Beliau tidak langsung memanggil Deddy. Tetapi beliau berbicara secara umum, layaknya seorang bapak kepada anak-anaknya.

Memang, seorang Menkominfo adalah ayah dari semua pengguna media social. Menkominfo tidak akan memarahi langsung, apalagi menurunkan unggahan konten yang sudah dibuat oleh pengguna media social. Ada jalur da nada tahap-tahapnya.

Tetapi sebagai seorang ayah, dia berhak dan wajib menegur dan memarahi anak-anaknya. Hal itu terlihat jelas dari apa yang disampaikan oleh Pak Johnny sebagaimana dilansir oleh Antaranews.

“Ruang digital kita ini kan sudah dibangun infrastrukturnya, kita juga siapkan talenta digitalnya, kita siapkan juga aturan-aturannya untuk memanfaatkan ruang- ruang digital ini agar bisa bersih, baik, dan bermanfaat. Jangan sampai karena keteledoran, jadinya lupa memperhatikan peraturan. Apalagi yang berkaitan dengan nilai-nilai kultural dan religiusitas kita,” kata Johnny

Pak Johnny tidak menyebut salah satu konten kreator, tetapi kita semua tahu siapa yang dimaksud. Dan itulah sikap seorang ayah. Dia tidak menyebut siapa yang bersalah. Karena kesalahan itu juga pasti melibatkan dia sebagai seorang ayah.

Pada kesempatan itu juga beliau, Pak Johnny, memberikan nasihat untuk berhati-hati. Untuk menaati dan memegang nilai-nilai kultural dan religiusitas. Sekali lagi, seperti seorang ayah yang menegur anak-anaknya. Kalau di keluarga, mungkin sang ayah akan berkata seperti ini:

“Hidup ini tidak selalu diatur oleh hukum. Tetapi ada nilai-nilai yang lebih tinggi, yang lebih umum. Yaitu nilai-nilai kultural, nilai-nilai  social, dan nilai-nilai religiusitas. Kita mungkin tidak melanggar hukum, dan tidak akan dihukum. Tetapi kalau kita melanggar nilai-nilai itu, kita tidak akan dihukum. Tetapi sanksi social jauh lebih berat daripada sanksi hukum. Karena itu, peganglah selalu nilai-nilai itu.”

Dan sanksi social itu sudah dialami sendiri oleh Deddy Corbuzier. Jumlah followernya berkurang secara drastis.

Di sinilah, peran seorang Menkominfo dibutuhkan. Untuk menjadi seorang ayah yang mengayomi semua konten creator di Indonesia.(*)

Nugraha, pendukung tagar #WarasBernegara, #SayaSPARTAN, pegiat literasi media digital.

_______

Sumber berita:

https://www.antaranews.com/berita/2871901/kreator-konten-diimbau-pegang-nilai-indonesia-manfaatkan-ruang-digital