Puisi  

Mereguk Kenangan

Desau angin yang berdesir mengaliri pepohonan bambu

di ramai jalanan siang itu adalah kudapan favoritku

waktu kangen kamu.

 

Menyusuri riuh rendahnya cerah langit yang biru muda

adalah juga kesukaanku waktu rindu.

 

Bahkan aku ingat masuk mencarimu saat malam,

waktu gelap mengerjap, hanya ditemani siluet lampu temaram.

 

Kamu dan kenangan-kenangan yang menggenang itu

membuat hatiku tenang, teduh, dan bahagia

oleh alasan-alasan yang tak kuketahui musababnya.

 

Angan-anganku selalu saja kembali ke situ, ke masa-masa aku

merasa damai memikirkan kamu.

Tentu saja, ingatanku tentang itu ditambah juga oleh

bunga-bunga yang mekar di sudut matamu.

 

Pada suatu ketika yang rahasia yang entah kapan datangnya,

aku akan menemuimu lagi:

tanpa suara, tanpa kata-kata.

Untuk mereguk lagi kenangan-kenangan

dalam desau angin dan genangan hujan.

____

Louis, pendukung tagar #warasbernegara, #SayaSPARTAN, pegiat literasi