Sungai Bokong Meluap, Mapolsek Takari Terendam Banjir dan 68 KK Terpaksa Mengungsi

spratannusantara.id, Kupang-NTT, —Kepolisian Resor Kupang melalui Polsek Takari melakukan berbagai upaya mengevakuasi warga yang terdampak luapan sungai Bokong yang mengalir disebagian wilayah Kecamatan Takari Kabupaten Kupang, Minggu (25/12/2022) siang.

Langkah cepat ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir susulan akibat intensitas hujan yang tinggi sejak pukul 02.00 Wita hingga pukul 11.00 Wita siang ini.
Beruntung musibah ini tidak berlangsung lama, namun sempat menggenangi beberapa rumah warga, ruas jalan Timor Raya dan Mapolsek Takari, dan kini air sudah mulai surut dan sejak pukul 14.00 Wita sudah mulai dilalui kendaraan bermotor.

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto, S.I.K, M.H membenarkan adanya luapan sungai tersebut namun tidak berdampak pada korban jiwa dan jalur transportasi di Jalan Timor Raya sempat terganggu hingga beberapa jam.

” Ya, luapan sungai Bokong cukup besar dan meluber ke pemukiman warga serta menggenangi jalan raya. Arus transportasi sempat terganggu dan beberapa rumah warga serta Mapolsek Takari sempat terendam air,” terangnya.

Perihal korban jiwa, orang nomor satu di Polres Kupang ini mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam bencana luapan sungai tersebut.

” Korban jiwa, hingga saat ini belum ada laporan, ” tambahnya.

Kapolsek Takari Iptu Ilham Gesta Rahman, S.Tr.K berjibaku memimpin anggotanya membantu warga yang terdampak serta menghimbau agar warga yang berada dibantaran sungai Bokong segera mengungsi ketempat yang lebih aman.

Hingga berita ini diturunkan masih ada beberapa personil Polsek Takari yang sedang membantu mengevakuasi barang milik warga serta mengatur arus lalin yang sempat mengalami kemacetan dibantu personil dari BPBD Kabupaten Kupang dan sudah terdata ada 68 Kepala Keluarga yang terdampak sungai Bokong dan sudah mengungsi ketempat yang aman mengantisipasi banjir susulan.