IPTEK  

PSE, Nasdem dan Intrik Politik

PSE dan Kebcoran data tak ada kaitannya

Akhir-akhir ini kader-kader Nasdem berhasil menyita perhatian publik.  Lebih menarik lagi respons netizen dan warga-media menyikapinya. Salah satu di antaranya adalah Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Plate.

Kader Nasdem satu ini sebetulnya hanya melakukan tugasnya yang benar-benar berdasarkan peraturan perundangan. Hal itu terkait PSE. Tujuannya menjamin keberadaan kepastian hukum untuk seluruh masyarakat. Eh tanggapannnya luar biasa panas.

PSE itu bukan berdasar asumsi, tidak dengan tujuan politis. Tidak juga berbicara mengenai hajat hidup orang kebanyakan. Benar bahwa PSE menyasar untuk seluruh warga negara secara tidak langsung. Pro dan kontra demikian panas. Caci maki kepada pribadi Menteri Johnny Plate terjadi.

Miris, ketika menteri, kader Nasdem juga, Syahrul Yasin Limpo, seorang menteri yang mengurusi  pertanian, jelas urusannya masyarakat secara keseluruhan. Berbicara mengenai mie instan itu sama juga berbicara nasib bangsa. Bayangkan, bagi yang pernah ngekos atau asrama, itu adalah andalan.

Ia katakan, mie instan akan naik harganya tiga kali lipat. Kog tidak ada yang ngamuk-ngamuk, dan tidak menjadi  berita yang berulang kali muncul di berbagai lini massa. Senyap, padahal dampaknya gede. Atau pada tidak dengar?

Pun mengenai kemungkinan kelangkaan bahan pangan, maka siap-siap beralih ke singkong. Senyap, tidak ada reaksi yang berlebihan.  Padahal ini adalah hal yang krusial. Semua orang makan, tidak ada yang  tidak makan, dan dominan pemakan nasi.  Kog sepi? Dianggap angin lalu?

Menarik, jika ini bicara partai politik, harusnya pernyataan Yasin Limpo ini menjadi santapan empuk. Toh tidak. Mengapa kira-kira?

Pertama. Dampak politis, ekonomis, dan keamanan tidak sangat seksi. Tidak ada yang menggoreng dan menjadikannya komoditas yang sangat menarik. Kelompok    dan barisan sakit hati tidak merasa cukup bagus sebagai sebuah aset politik untuk mengguncang stabilitas politik.

Pihak luar, merasa tidak ada yang layak jual dan berdaya guna untuk bisa merongrong pemerintahan tentu saja. Target kan presiden, menteri kan hanya sarana untuk membuat gaduh semata. Mereka ogah untuk memberikan dana hanya riuh tanpa ada keuntungan.

Menambahkan bukti, jika pejabat yang bekerja itu akan menjadi sasaran tembak. Johnny Plate bukan hanya sendirian. Sudah banyak pejabat yang bekerja namun selalu dimaki-maki. Ada Ahok, Jokowi, Risma, dan banyak lagi.

Enaknya jadi pejabat Indonesia itu tidak usah ngapa-ngapain malah aman. Lihat saja apa yang pernah diterima Prabowo, Sandi, atau Puan dulu. Mereka tidak pernah mendapatkan hujatan, padahal hasilnya sama sekali tidak ada. omong saja belepotan.

Ironi negeriku, 77 tahun merdeka, namun menterinya bicara kalung antikorona, eh rakyatnya mencaci maki pejabat bekerja. Kejarlah pejabat yang hanya diam saja itu, bukan malah para pekerja keras dan konstitusional.

Padahal sudah demikian  pesat pembangunan, eh malah dihambat oleh pemikiran aneh-aneh oleh elitnya. Buat lucu-lucuan sih tidak masalah. Lumayan di     tengah kehebohan kisah keras diselingi humor yang sangat lucu.