Sadis ! Pengantin Ini Ditikam Saat Pesta Pernikahannya

[Kupang – Spartannusantara.id]. Pesta Pernikahan  yang terjadi di Rt 10 Rw 05 Desa Tuakau Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur  berujung ricuh.  Kedua pengantin Heni Nenobahan  (28) dan Nomensen Giri (35) bersimbah darah ditikam pelaku berinisial ML (47) yang saat itu sedang mabuk minuman keras (miras).

Kejadian tersebut diketahui aparat Kepolisian Resor Kupang  pada hari Senin tanggal 11 Juli 2022 sekitar pukul 08.00 Wita  setelah mendapat telepon dari warga. Mendapat informasi tersebut pada pukul 09.30 Wita Waka Polsek Fatuleu Ipda Yohanis P Tafui S.Sos bersama anggota Polsek Fatuleu mendatangi Tempat Kejadian perkara. Dan  pukul 12.00 wita anggota Polsek Fatuleu tiba di TKP dan langsung melakukan olah TKP  serta mengamankan satu orang terduga pelaku serta melakukan pertolongan pertama terhadap dua orang korban dengan mengantarnya ke RSUD Naibonat.

Melalui media ini Kapolres Kupang AKBP F.X. Irwan Arianto, S.I.K, M.H membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Benar adanya peristiwa penikaman tersebut terjadi di Desa Tuakau Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang saat berlangsung sebuah pesta pernikahan. Puji Tuhan anggota kami sudah mendatangi tempat kejadian perkara dan melakukan olah TKP serta mengamankan pelaku.” terang Kapolres Kupang.

Korbannya yaitu kedua pengantin dan pelaku berinisial AL dan kini sudah diamankan guna proses hukum lebih lanjut,” tambahnya.

Peristiwa penganiayaan ini membuat geger warga sekitar bahkan menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Tentu hal ini menjadi atensi pihak kepolisian dalam hal ini Polres Kupang untuk mengambil langkah-langkah kebijakan demi mencegah terjadinya hal-hal serupa diwaktu mendatang.

Kami akan menertibkan semua perijinan terkait adanya pesta atau syukuran lainnya yang dilaksanakan malam hari. Melalui Kapolsek dan para Kepala Desa kami akan menghimbau agar pelaksanaan pesta atau syukuran yang dilaksanakan malam  hari dibatasi hingga pukul 20.00 Wita,”  lanjut Kapolres Irwan.

Peristiwa pidana yang terjadi saat pesta bukan hanya pada saat ini saja.  Kebijakan Kapolres Irwan memang wajib diberi apresiasi  demi mencegah terjadinya peristiwa serupa dihari-hari yang akan datang.

Adapun kronologis lengkap kasus tersebut adalah sebagai berikut :

Pada hari Minggu  (10/7/2022) malam  berlangsung acara pernikahan antara Heni Nenobahan dan Nomensen Giri di di Rt 10 Rw 05 Desa Tuakau Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pesta berlangsung meriah hingga hari Senin (11/7/2022)dini hari. Pukul 04.00 wita terjadi keributan disamping tenda pesta yang melibatkan tersangka dan beberapa orang lainnya. Saat itu kedua pengantin menegur tersangka untuk berhenti membuat keributan. Namun  teguran korban membuat tersangka tersinggung dan marah sehingga ia menghampiri kedua korban dan langsung menikam korban Nomensen Giri di lengan bagian kanan selanjutnya pelaku menikam korban Heni Nenobahan mengenai paha kanan  bagian dalam setelah itu pelaku melarikan diri, namun berhasil diamankan warga hingga aparat kepolisian datang. Pelakupun akhirnya diamankan  oleh aparat Kepolisian yang datang ke TKP dan membawanya ke Polsek Fatuleu guna proses hukum lebih lanjut hingga akhirnya ditahan dalam ruang tahanan Polsek.