Setelah Pemblokiran PSE, Apa Selanjutnya

Pemblokiran PSE telah selesai dan meninggalkan hikmah yang harus menjadi perhatian Kominfo untuk menanggulanginya.

Pemberlakuan Permenkominfo no 5/2020 telah menimbulkan kegaduhan yang lumayan di media sosial.
Dari yang mengkritisi, menghujat sampai meminta Johnny Plate mundur bahkan meminta dihapuskannya Kominfo.

Netisen Indonesia memang begitu, selalu ramai mewarnai jagad dunia maya.

Menurut saya, Keputusan Kominfo untuk menegakkan aturan sesuai amanat UU yang sudah dilaksanakan dan akhirnya diikuti oleh semua PSE patut diambil hikmah dan sebagai persiapan untuk bisa lebih mandiri dan menjaga Kedaulatan digital nasional.

Ada banyak hal yang bisa diambil oleh Kominfo untuk perkembangan dan kemajuan dunia digital Indonesia .

Sebagai contoh, pemblokiran Epic games ternyata membuat pengembang game lokal menjadi tidak bisa bekerja karena tidak bisa mengakses unreal engine milik Epic games untuk mengembangkan game yang ingin dibuat. Artinya ada ketergantungan pengembang game lokal kepada teknologi milik Epic games yang absolut .

Hal seperti ini patut menjadi bahan masukan bagi Kominfo.
Saya membayangkan andai Kominfo mau mengumpulkan para pembuat game lokal, berdiskusi dengan mereka dan bila memungkinkan, bisa memfasilitasi kebutuhan mereka sehingga ketergantungan mereka terhadap PSE asing menjadi berkurang ataupun menjadi nol, maka itu akan menjadi pencapaian yang luar biasa.

Ada beberapa ketergantungan yang menurut saya harus dikurangi bahkan di nol kan, tapi ada juga yang hanya perlu diatur dengan komunikasi yang baik terhadap PSE nya.

Paypal misalnya, sementara ini nggak usahlah kita berpikir untuk menggantikan PayPal yang sudah terbukti berjalan baik, serta merupakan alat pembayaran yang sudah dipakai banyak pihak.

Berpikir untuk menggantikan PayPal sangatlah rumit dan bila dibandingkan manfaat dengan repotnya, akan lebih besar repotnya.

Membuat aplikasi seperti PayPal pasti kita bisa, tetapi memasarkan agar itu dipakai banyak pihak, bukanlah pekerjaan yang mudah dan murah.

Berbeda dengan unreal engine milik Epic games yang dibutuhkan oleh para pengembang game lokal.
Teknologi ini dibutuhkan untuk membuat game yang akan menciptakan nilai tambah ysng besar serta berdampak pada perekonomian baik masyarakat pengembang game maupun pada perekonomian nasional termasuk potensi pendapatan negara melalui pajak.
Apabila bisa diadakan teknologi pengganti yang dikembangkan lokal dengan dukungan Kominfo, maka hal tersebut akan sangat berdampak positif bagi industri game lokal.

Teknologi substitusi yang berdampak besar bagi masyarakat dan berpotensi meningkatkan perekonomianlah yang harus dikejar dan didorong oleh negara melalui Kominfo.

Memang, setelah infrastruktur selesai nanti, maka salah satu tantangan yang dihadapi Kominfo adalah bagaimana mendorong pengembangan teknologi pengganti yang dibutuhkan oleh banyak masyarakat Indonesia.

Masalah pemblokiran PSE sudah selesai.
Ketika Kominfo melakukan penegakan aturan dengan metode Whitelist, menurut saya, hal itu dapatlah dimaklumi.

Ada cukup banyak pihak yang mengkritik masalah sosialisasi, tetapi hal itu terbantahkan ketika faktanya dari hampir 10 ribu PSE, yang terlambat mendaftar hanya 7 saja.

Kalau memang sosialisasinya belum layak seperti yang dikatakan para pengkritik tentunya yang terlambat mendaftar akan jauh lebih banyak dari yang mendaftar.

Ketika soal pendaftaran PSE selesai maka kedepan saya meyakini Kominfo akan melakukan penegakan hukum dengan metode blacklist, bukan whitelist lagi.

Menurut saya, banyaknya kritik dan perhatian masyarakat pada Kominfo membuktikan bahwa dunia digital sudah menjadi bagian kehidupan sebagian besar rakyat Indonesia sehingga apa yang dilakukan oleh Kominfo dengan maksud menegakkan Kedaulatan digital nasional adalah hal yang patut kita dukung.

Kita semua menunggu gebrakan Johnny Plate dan tim Kominfo untuk kemajuan kehidupan digital kita termasuk dorongan Kominfo untuk menginisiasi pengembangan teknologi terbaru oleh para anak bangsa.

Bagaimana menurut teman-teman?

Salam Spartan, Roedy.

#Warasbernegara.
#SayaSpartan.

Sumber :

https://inet.detik.com/games-news/d-6223942/epic-games-diblokir-kominfo-bikin-developer-game-lokal-sulit-berkarya