Siap siap, Analog Switch Off Segera Dilaksanakan

Analog Switch Off (ASO) yaitu penghentian siaran TV Analog akan segera dihentikan pada 2 November 2022 pukul 24.00. Mari kita bersiap beralih ke siaran TV digital.

Setelah mengalami pengunduran, analog switch off (ASO) televisi di Indonesia, Johnny Plate memastikan bahwa ASO untuk daerah Jabodetabek akan dilaksanakan pada 2 November 2022, bersamaan dengan seluruh daerah di Indonesia.

Wilayah siaran Jabodetabek ini meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kabupaten Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

KPID Jakarta juga mengungkapkan hasil riset terkini. Ada empat aspek yang disoroti dari riset yang melibatkan responden pada bulan Juni-Juli 2022 di 6 wilayah DKI Jakarta, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu.

Pertama, 38% masyarakat ibu kota menonton televisi 2-3 kali dalam seminggu dan 50% menonton selama kurang dari satu jam per hari. Kedua, hanya 47,3% masyarakat Jakarta yang mengetahui saat ini tengah dilakukan ASO,. Ketiga, baru 50,7% sikap masyarakat positif akan digitalitasi penyiaran. Keempat, bahwa 48,7% masyarakat DKI Jakarta telah memiliki perangkat TV Digital, 13,3% menyatakan telah memiliki STB, dan 9,3% menyatakan berlangganan TV Berbayar.

Jadwal ASO untuk daerah Jabodetabek yang seharusnya tanggal 5 Oktober 2022 diundur menjadi 2 November 2022 karena dua hal yaitu yang pertama hasil survey nielsen menunjukkan kesiapan masyarakat untuk beralih ke siaran TV digital yang dilakukan pada bulan Agustus, baru 40 %, dan permintaan dari asosiasi TV (ATVSI) yang masih membutuhkan waktu untuk pemindahan siaran dari analog ke digital.

Dengan memperhatikan fakta fakta tersebut maka sangatlah beralasan ketika Johnny Plate dan tim Kominfo mengumumkan penundaan ASO untuk daerah Jabodetabek yang kemudian akan dilakukan bersamaan dengan daerah lainnya di seluruh Indonesia.

Pelaksanaan ASO tersebut berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Lapangan Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran (Postelsiar).

Dengan kepastian dari Menkominfo Johnny Plate ini, maka masyarakat diharapkan mempersiapkan diri.

Apakah masyarakat yang masih memiliki TV analog harus mengganti TV nya agar bisa menerima siaran digital ?

Jelas tidak. masyarakat yang masih memiliki TV analog hanya perlu membeli Set Top Box, untuk membuat TV analognya bisa menerima siaran digital.

Masyarakat dihimbau untuk membeli Set Top Box yang sudah mendapat sertifikasi dari Kominfo agar tidak terjadi masalah.

Ada 70 Set Top Box tang telah disertifikasi oleh Kominfo, dengan harga berkisar 150 ribu sampai 300 ribu tergantung pada fitur masing masing produk.

Ke-70 STB tersertifikasi Kominfo itu berasal dari berbagai merek dan tipe/model, seperti produksi dari Akari, CBM, Evercoss, Ichiko, Matrix, Nexmedia, Nextron, Polytron, Tanaka, hingga Venus.

Pemerintah melalui Kominfo juga sudah membagikan 6,7 juta Set Top Box gratis bagi masyarakat miskin di Indonesia yang memiliki TV analog.

Kominfo juga sudah melakukan verifikasi penerima Set Top Box gratis untuk menghindari salah sasaran seperti yang terjadi pada beberapa kasus bantuan sosial.

Ayo teman-teman, bagi penggemar olahraga yang walaupun semalam kecewa karena tim Sepakbola U17 Indonesia dihancurkan Malaysia 5-1, segera persiapkan untuk beralih ke siaran TV digiral. Di depan ada banyak even olehraga menarik dari Piala dunia di Qatar, Badminton Denmark dan Perancis terbuka, Final Super series badminton di China dan masih banyak even menarik lainnya.

Bagi yang sudah merasakan siaran digital tentunya dapat merasakan perbedaan yang ada, dimana gambar lebih jelas dan suara lebih bening.

Bagaimana menurut teman-teman?

Salam Spartan, Roedy

#Warasbernegara.
#SayaSpartan.

Sumber;

https://inet.detik.com/law-and-policy/d-6337180/fakta-fakta-terbaru-suntik-mati-tv-analog-usai-aso-jabodetabek-diundur