Surya Paloh Gunakan Anies Untuk Menaikkan Citra Nasdem.

Surya Paloh gunakan Anies Baswedan untuk menaikkan citra Nasdem.

Surya Paloh usung Anies untuk 2024?
Surya Paloh usung Anies untuk 2024?

Pilpres 2024 semakin mendekat. Sebagaimana biasanya, maka suhu politik nasional menghangat dan akan terus memanas menuju 2024. Para tokoh politik terus bermanuver untuk meningkatkan citra mereka ataupun partainya. Surya Paloh pun tak terkecuali.

Segregasi bangsa yang sudah terjadi aKibat dari politik identitas yang dilakukan oleh sebagian elit negeri ini sejak pilkada DKI tahun 2012, sudah menjadi realita kehidupan politik nasional karena terus dipelihara oleh sebagian elit tersebut sementara dari sisi pemerintah juga terkesan tidak ada upaya serius untuk memperbaiki segregasi yang terjadi.

Pemerintah terkesan melakukan pembiaran terhadap ulah elit yang terus mengompori keterbelahan bangsa yang terjadi.

Kondisi yang “tidak normal” ini juga melahirkan tokoh politik yang mungkin oleh para masyarakat waras tidak pernah terpikirkan.

Bagaimana mungkin seorang tokoh dengan rekam jejak yang sangat jelek seperti Anies Baswedan bisa muncul menjadi calon pimpinan negara untuk bersaing dengan yang lainnya?

Sebagian masyarakat menjadi tidak bisa berpikir waras untuk mendukung Anies Baswedan sebagai salah satu calon pimpinan nasional yang akan bersaing untuk dipilih pada perhelatan pilpres 2024 nanti.

Saya harus salut dengan insting politik seorang Surya Paloh.
Sebelum yang lain mempertimbangkan Anies Baswedan, Surya Paloh sudah lebih dulu melakukan pendekatan.

Kemudian ketika Anies Baswedan mengadakan balapan formula E yang mengundang tanda tanya banyak masyarakat Indonesia, Ahmad Sahroni ditugaskan untuk membantu penuh termasuk memborong tiketnya sehingga nantinya Anies Baswedan bisa mengklaim bahwa formula E sukses dilaksanakan.

Yang terakhir, Surya Paloh menyodorkan nama pasangan Ganjar Pranowo – Anies Baswedan kepada Presiden Jokowi, sebagai calon Presiden dan Wapres pengganti Pak Jokowi- KH Maaruf Amin pada 2024 nanti.

Ini menurutku adalah langkah oportunis yang cerdik
Masyarakat bisa diajak berpikir tentang persatuan karena ini seolah-olah dua poros yang dipersatukan.
Ganjar Pranowo adalah seorang Nasionalis sejati sementara Anies Baswedan adalah perwakilan dari kelompok yang suka memainkan politik identitas.

Dengan menyatukan Ganjar dan Anies maka akan dinarasikan bahwa segregasi bangsa yang sudah terjadi harus segera diakhiri.

Apakah bisa semuanya berjalan seperti itu dan apakah Pak Jokowi juga menyetujui usulan Surya Paloh tersebut.

Surya Paloh, sang oportunis ini sangatlah cerdik mengemas kepentingannya dengan narasi kebangsaan yang memang diperlukan oleh negara ini.

Bisa saja pasangan Ganjar-Anis ini akan dinarasikan sebagai bentuk bersatunya komponen bangsa yang selama ini mengalami segregasi.

Mungkin sebagian masyarakat yang waraspun akan terkecoh dengan narasi tersebut, padahal narasi tersebut dibentuk hanya untuk mencapai kepentingan pribadi Surya Paloh dan atau Nasdem.

Apakah seandainya Ganjar-Anis dimajukan dan memenangkan kontestasi pilpres, akan menjadi baik untuk masyarakat?

Kita semua tahu bagaimana rekam jejak Anies Baswedan.
Bukannya Ganjar akan terbantu tetapi malah potensi direpotkan termasuk oleh para pengusungnya, yang akan muncul.

Mungkin teman-teman masih ingat pada 2014, ketika pertama kali Jokowi terpilih sebagai Presiden RI, Surya Paloh menawarkan minyak dari Angola, yang akan diimport melalui China Sonangol?

Import tersebut tidak jadi dilaksanakan dan setelah itu ada fakta Dirut Pertamina, Karen Agustiawan dituntut oleh Kejaksaan soal investasi di Australia. Jaksa Agung saat itu , Prasetyo SH adalah kader Nasdem.

Apakah ada hubungan antara batalnya import minyak dari Angola dan terpenjaranya ibu Karen Agustiawan karena tuntutan aneh dari kejaksaan, ceritanya tidak pernah terungkap di media mainstream tetapi bisik-bisik di belakang sangatlah santer menyebut keterkaitannya.

Kecerdikan Surya Paloh terbukti ketika karena manuvernya, para petinggi partai dari mulai Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto dan SBY menyambangi Surya Paloh.

Golkar dan Gerindra secara suara ataupun anggota parlemen, jelas lebih besar dari Nasdem.
Tetapi ketika mereka yang datang menemui Ketum Nasdem, maka publik membaca bahwa Ketum Nasdem telah bermanuver secara cerdik.

Dan tiba-tiba Prabowo Subianto mengingatkan soal pentingnya Pancasila, padahal kita semua tahu rekam jejak Prabowo yang bermesraan dengan tokoh-tokoh radikal yang justru ingin menyingkirkan Pancasila.

Apakah karena menjadi Menhan, menjadikan Prabowo sadar akan pentingnya Pancasila?

Ataukah itu sebenarnya hanyalah manuver Politik Prabowo agar tidak tersalip oleh manuver yang sudah dilakukan oleh Surya Paloh?

Kalau saya sih berharap dan yakin usulan Surya Paloh tidak akan dipertimbangkan oleh Presiden Jokowi dan PDIP.

Yang nantinya diajukan oleh PDIP sebagai Capres dan Cawapres haruslah kaum nasionalis yang rekam jejaknya sudah teruji sehingga berani dan bisa menyingkirkan semua paham yang anti Pancasila dan berani menghukum para tokohnya.

Surya Paloh memang lihai, berhasil menaikkan pamor Nasdem dengan menggunakan Anies Baswedan, tetapi ini juga akan membuat masyarakat yang waras untuk semakin waspada dan berani bersuara agar yang diusulkan parpol terutama PDIP adalah figur nasionalis yang sudah teruji .

Bagaimana menurut teman-teman?

Salam Spartan, Roedy.

#Warasbernegara.
#SayaSpartan.

Sumber :
https://kaltim.tribunnews.com/2022/06/04/projo-bongkar-surya-paloh-usul-duet-ganjar-anies-ke-jokowi-partai-jadi-penentu

https://nasional.tempo.co/read/712651/surya-paloh-4-impor-minyak-angola-dan-penangkapan-sam-pa

https://news.detik.com/berita/d-6114456/prabowo-begitu-kita-tinggalkan-pancasila-negara-ini-akan-bubar