banner 728x250

Wajar Ada Sosok Naga Di Belakang Semua Presiden

banner 120x600
banner 468x60

Kita yang sering mengamati peta politik Indonesia pasti tidak asing lagi istilah sosok naga di belakang seorang Presiden. Bahkan Jokowi dikatakan didukung oleh 9 Naga di belakangnya. Siapakah para naga ini sebenarnya? Lalu, mengapa mereka ada di belakang Presiden Jokowi?

Sosok naga yang disebut belakangan ini mengarah pada para penggerak ekonomi besar, orang-orang kaya yang memiliki kekayaan berjibun dan kiprah mereka menentukan perekonomian Indonesia. Ketika kita menyebut sosok 9 naga ini, tidak satupun dari kita yang secara yakin dan meyakinkan mengetahui sosok mereka.

banner 325x300

Sebagai orang yang sangat kaya, mereka tidak pernah mau menampakkan diri dan memamerkan kekayaan mereka. Mereka bahkan tidak pernah mau menyebut diri mereka sebagai naga perekonomian Indonesia. Karena itu, kita hanya mampu mengira-ngira tentang sosok 9 naga ini.

Baru-baru ini beredar berita tentang sosok 9 naga yang dianggap berada di belakang Jokowi. Sosok mereka adalah:

  1. Anthoni Salim

Anthoni Salim adalah anak Sudono Salim pendiri Salim group. Dia adalah pemilik Indofood yang memproduksi Indomie.

  1. Robert Hartono

Sosok ini lebih dikenal dengan nama Om Robert, memiliki bank BCA dan pabrik rokok Djarum.

  1. Rusdi Kirana

Kita juga tidak asing dengan sosok ini, karena dia adalah pemiliki Lion Air Grup yang memiliki beberapa maskapai diantaranya adalah Lion Air, Batik Air, Malindo.

  1. Datok Sri Tahir

Datok Sri Tahir ini adalah pendiri dan pemilik Mayapada Grup.

  1. Tommy Winata

Dia pemiliki perusahaan Artha Graha Grup yang memiliki banyak anak dan cucu perusahaan.

  1. Sofyan Wanandi

Pendiri dan pemilik Santini Grup.

  1. James Riady

Anak sulung Mochtar Riady dan sekarang menguasai Lippo Grup.

  1. Edwin Soeryadjaya

Pemilik perusahaan Astra Grup Indonesia.

  1. Jacob Soetoyo

Presiden Direktur Gesit Sarana Perkasa

Meski demikian, masih banyak orang yang meragukan sosok-sosok di atas. Karena seperti yang saya sampaikan di atas, mereka tidak pernah mengatakan diri mereka sebagai sosok naga. Orang hanya menduga dan mengira. Dan para sosok naga inipun tidak mengiyakan ataupun menolak. Karena bagi mereka, predikat sosok 9 naga tidaklah penting bagi mereka.

Tapi yang jelas, adanya sosok naga di belakang setiap presiden yang berkuasa adalah hal yang wajar. Mengapa? Alasannya wajar. Menjadi Presiden itu mahal.

Maksud saya, proses untuk menjadi Presiden itu memerlukan dana yang banyak. Diperlukan dana paling tidak 5 triliun untuk menjadi Presiden. Dana itu diperlukan untuk kampanye pemenangan, membiayai pembuatan baliho, dan lain-lain. Lalu dari mana calon Presiden mendapatkan dana tersebut? Dari partai? Saya tidak yakin.

Kita tahu, tidak mungkin partai akan membiayai semua kebutuhan dana yang diperlukan untuk kampanye calon Presiden. Karena itu, diperlukan dana dari pihak lain. Dan pihak lain ini tentu saja para pengusaha yang memiliki dana.

Ketika kita mendengar bahwa para pengusaha ini membiayai calon Presiden, kita pasti langsung berpikir bahwa mereka, para pengusaha itu, akan menyetir kebijakan Presiden. Presiden tidak akan bisa bebas menentukan kebijakan negara.

Padahal tidak seperti itu. Mungkin mereka hanya meminta imbal balik berupa perubahan kebijakan yang menguntungkan semua pengusaha. Ingat, semua pengusaha. Misalnya:

  1. Kepastian hukum

Yang paling mereka perlukan dalam dunia usaha adalah kepastian hukum. Dalam artian, ketika sebuah hukum dibuat, semua kebijakan dibuat berdasarkan hukum yang berlaku. Di semua wilayah negara diterapkan hukum yang sama.

Hukum yang sama diterapkan kepada semua pengusaha. Pengusaha yang tidak mematuhi hukum mendapatkan hukuman yang setimpal. Kepastian hukum ini juga menyangkut penegakan hukum di segala bidang.

Hukum tersebut juga berlaku lama. Karena kalau hukum hanya berlaku sementara, katakanlah 5 tahun, investasi yang mereka tanamkan akan merugi. Semua pengusaha akan merasakan kerugian yang diakibatkan oleh ketidakpastian hukum yang berlaku.

Kepastian hukum ini diperlukan untuk menjamin usaha mereka dapat berlangsung dengan lancar.

  1. Kecepatan pengurusan ijin dan penghapusan pungli

Sudah jamak kita mendengar bahwa urusan perijinan sangat njlimet dan memakan waktu dan biaya. Bila tidak diberikan sogokan, ijin tidak keluar. Hal ini dikeluhkan oleh banyak pengusaha. Dan bila ijin lebih cepat dan pungli dihapus, iklim investasi akan meningkat pesat. Dan inilah yang diinginkan para pengusaha.

Karena itu, tidak mengherankan bila ada sosok naga di belakang Presiden. Imbal balik yang dimintapun juga demi kemajuan ekonomi dan kelancaran ekonomi negara. Kita juga perlu ingat, siapapun Presidennya, para sosok naga ini tidak terlalu peduli asalkan iklim usaha didukung oleh kepastian hukum dan kecepatan perijinan.

Kepastian hukum dan penghapusan pungli serta percepatan perijinan juga keinginan kita semua. Tul kan? Ketika kita menjadi pengusaha, bukankah kita akan memperjuangkan usaha kita dan usaha teman-teman kita bukan?

 

Sumber:

https://economy.okezone.com/read/2023/02/20/455/2768267/kenalan-dengan-9-naga-yang-jadi-penguasa-ekonomi-indonesia

https://okes.disway.id/read/641590/inikah-sosok-9-naga-penguasa-ekonomi-indonesia-yang-disinggung-oleh-cak-nun-dalam-ceramahnya/15

banner 325x300